Doa Qalbu

Renung Sejenak Comment( 1)

Dimalam penuh bintang diatas sajadah yang kubentang
Sedu sedan sendiri mengadu pada Yang Maha Kuasa
Betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat padaMu
Urat nadipun tahu aku hampa

Dimalam penuh bintang dibawah sinar bulan purnama
Kupasrahkan semua keluh dan kesah yang aku rasa
Sesak dadaku menangis pilu saat kuurai dosa-dosaku
DihadapanMu ku tiada artinya

Reff:
Doa qalbu tak bisa aku bendung
Deras bak hujan digurun sahara
Hatiku yang gersang
Terasa oh tenteram

Hanya Engkau yang tahu siapa aku
Tetapkanlah seperti malam ini
Sucikan diriku
Selama-lamanya

Read more..


Puisi

Uncategories Comment( 1)

CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE

Dorothy Law Nolte

If a child lives with criticism,
he learns to condemn.

If a child lives with hostility,
he learns to fight.

If a child lives with fear,
he learns to be apprehensive.

If a child lives with pity,
he learns to feel sorry for himself.

If a child lives with ridicule,
he learns to be shy.

If a child lives with jealousy,
he learns what envy is.

If a child lives with shame,
he learns to feel guilty.

If a child lives with encouragement,
he learns to be confident.

If a child lives with tolerance,
he learns to be patient.

If a child lives with praise,
he learns to be appreciative.

If a child lives with acceptance,
he learns to love.

If a child lives with approval,
he learns to like himself.

If a child lives with recognition,
he learns that it is good to have a goal.

If a child lives with sharing,
he learns about generosity.

If a child lives with honesty and fairness,
he learns what truth and justice are.

If a child lives with security,
he learns to have faith in himself and in those about him.

If a child lives with friendliness,
he learns that the world is a nice place in which to live.

If you live with serenity,
your child will live with peace of mind.

With what is your child living?

Read more..

Apakah...???

Uncategories Comment( 1)


 

Kulirik jam yang terpampang di dinding sebelah kananku, hampir pukul 1 siang, antrean bank blum juga beranjak, rasanya lamaaaaa......banget....(he3...mulai g sabar..), padahal aku masih harus mampir ke beberapa tempat lagi untuk memenuhi kebutuhan  konterku menjelang lebaran. ( maklum pedagang pulsa kecil ini ingin lebih berarti ).

Masih 6 orang yang berdiri didepanku, bapak dengan wajah tirus dan keliatan mengantuk, seorang ibu dengan hp yang tak berhenti berbunyi, entah telepon dan sms dari siapa saja yang harus ia terima, seorang laki – laki berjaket hitam dengan tas ransel, seorang remaja dengan dandanan anak muda zaman sekarang, celana ketat dan agak melorot, dan biasa disebut medel – medel, seorang bapak berkacamata minus, berkulit kuning dan rambut hitam, tampak rapi seperti layaknya eksekutif muda masa kini, bergaya teramat metroseksual, dan tepat di depanku, seorang lelaki berjaket hitam bertuliskan nama sebuah perusahaan. Dan aku berdiri tepat di belakangnya. Sementara dibelakangku masih banyak orang yang berdiri menagantre, maklum besok memang hari terakhir bank siap melayani para nasabah, karena sebentar lagi memang idul fithri menjelang.

Di depan teller nomer dua, seorang ibu berdiri dan tampak serius mendengarkan penjelasan dari sang teller, entah masalah apa yang terjadi, tapi tampak sang ibu manggut – manggut tanda mengerti dengan penjelasan sang teller. Si ibu yang sepertinya berasal dari kalangan berada itu tampak cantik dan anggun dengan jilbab biru tua senada dengan bawahan  yang ia kenakan, dengan jam tangan merk terkenal melingkar pas di pergelangan tangan kirinya, dan cincin emas melingkar manis di jari manisnya, kelima jarinya memegang erat hp Nokia keluaran terbaru, sedangkan tangan kanannya sibuk menuliskan sesuatu di kertas, hm...sepertinya bukti transaksi yang harus dibenahi, aku menghela nafas pelan, mencoba menyusun segenap kemampuan untuk lebih bersabar lagi.

Hampir lima menit ibu di depan teller nomer dua itu berdiri. Teller – teller yang lain sudah beberapa kali berganti nasabah, sedangkan teller nomer dua itu masih bertahan melayani si ibu berjilbab biru itu sepertinya masih lama urusannya. Sabaa...rrrrrr. tinggal seorang nasabah yang tersisa di depanku.

Tiba – tiba seorang gadis yang kutaksir usianya tak jauh dariku atau mungkin sama (he3...sotoy banget) berjalan mendekati si ibu cantik, lalu tanpa perduli sekitar ia berdiri di samping sang ibu, sepertinya memang itu anak perempuan sang ibu, karena sempat kudengar si gadis memanggilnya “mama”. Melihat garis wajahnya memang ada kemiripan dengan sang ibu, apalagi gadis ini juga berkulit putih bersih, dan tentu saja memegang hp yang juga nokia seri terbaru. Baju kotak – kotak coklat model baby doll tanpa lengan yang “maaf” sedikit memperlihatkan bagian dalam bawah ketiak, dan celana jins pensil warna coklat membuat aku sedikit bingung. Bagaimana tidak..??? Si ibu yang berpakaian serba tertutup, dan si anak yang ingin memperlihatkan kemoleakan tubuhnya. Sungguh sebuah pemandangan yang kontras dari segi berpakaian.  

Pikiranku mengembara dengan pemandangan di depanku.

Apakah sang anak tidak merasa isih dengan caranya berpakaian..??

Apakah sang anak tidak ingin terlihat cantik dan anggun dalam balutan busana muslim dan jilbab seperti sang ibu..??

Atau...memang seperti inilah model berpakaian gadis masa kini..??

Apakah sang ibu tak pernah menasehati anak gadisnya itu, tentang bagaimana seharusnya berpakaian..???

Apakah sang ibu tak pernah memahamkan kepada anak gadisnya itu, tentang bagian mana saja yang tidak boleh tampak..??

Apakah sang ayah juga tak menasehati sang putri, bahwa kehormatan itu harus selalu terjaga...??

Apakah sang ibu tidak takut ya, jika suatu saat nanti Allah bertanya tentang tanggung jawabnya mendidik putra – putrinya...??

Apakah sang ibu tidak takut ya, jika suatu saat nanti Allah bertanya tentang perannya sebagai madrasatul ula bagi putra - putrinya...??

 

Apakah sang ayah tidak bergidik ngeri ya, jika nanti di akherat Allah meminta pertanggung jawabannya dalam “quu anfusakum wa ahlikum naaran”...??

 

Aku masih ingin mengembara lagi bersama segala pertanyaan di kepalaku ini, tapi sayang..teller satu mempersilahkanku untuk ia layani....

                                                                                                                                 ~Suatu siang di antrean MANDIRI~

 

 

Read more..

Muhasabah Cinta

asal aja Comment( 1)


Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu


Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Read more..

Menjadi Muslim (laksana)Pohon Kelapa

Renung Sejenak Comment( 2)

Aneh mungkin dengan judul diatas. Mana mungkin seorang muslim laksana pohon kelapa..??eits...jangan salah...pohon kelapa itu multi fungsi loh..:) Apa sih maksudnya..??Dengerin ya...(cie...cie...bu guru mau menerangkan nih...)

Pohon kelapa yang biasa juga disebut nyiur, adalah satu jenis tumbuhan dari keluarga Arecaceae. Ia adalah satu-satunya spesies dalam genus Cocos.Sedangkan nama binomialnya adalah Cocos nucifera. Pohon kelapa biasanya tumbuh di pinggir pantai.Pohon ini memiliki bnayak manfaat, diantaranya..:

Ø      Daun

Daun pohon kelapa banyak sekali manfaatny, untuk daun yang masih muda, biasa dikenal dengan nama janur, biasa digunakan untuk hiasan ketika upacara pernikahan berlangsung, atau ketika lebaran idul fitri (bentar lagi dunk..he3), daun ini banyak digunakan untuk membuat ketupat..(hm dimakan pakai opor nyummy...), atau digunakan sebagai atap jika sudah dikeringkan, tangkai anak daun, berbentuk bulat keras, biasa kita sebut sebagai lidi, dan ketika kita kumpulkan kemudian kita ikat jadi satu, sangat bermanfaat bagi kita...kan jadi sapu lidi..he3...sedangkan pangkal pelapahnya, yang biasa disebut manggar dapat dimanfaatkan untuk membuat ragi dan gula, sedang pelepah kering dapat digunakan membuat kipas, sandal, tas tangan dan topi.

 

 

Ø      Bunga

 

Tandan bunganya biasa disebut mayang, sering digunakan sebagai hiasan pada pesta pernikahan

 




.........~Bersambung~.........

Read more..
design by Natty WP